Jambimadani@gmail.com
Photo By MIKHAIL VASILYEV on UNPLASH

Photo By MIKHAIL VASILYEV on UNPLASH

Antara Gula Merah, Semut dan Rezeki

Alkisah disebuah desa, hiduplah seorang ibu yang bekerja sebagai penjual jajanan pasar. Setiap hari dia rajin berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari pembeli. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pembeli yaitu seorang pemuda.

Tak seperti pembeli lainnya, pemuda ini begitu memperhatikan gerakan ibu ini saat meneteskan gula merah cair di lantai. Rasanya, pemandangan ini jarang ia temui. Karena penasaran, ia mengusulkan untuk bertanya " Maaf Bu, saya selalu lihat ibu meneteskan gula merah cair di lantai, untuk apa ya? "

Ibu menjawab " Oh ini mah penglaris mas." (tersenyum ramah)

Karena masih penasaran, ia bertanya lagi

"Penglaris? (Sambil mengernyitkan dahi)

"Yang ada semu datang iya"; ucap si mas dalam hati ia curiga ibu ini menggunakan ilmu "pelet".

Dengan tersenyum ramah, ibu ini menjawab " Iya mas, justru saya sedang bagi-bagi rezeki sama semut. Setetes gulu merah itu bisa kasih puluhan ribu semut lho Mas, jadi semutnya tak perlu susah payah cari makanan. Saya bantu pakai gula merah cair ini" (Jelasnya dengan ramah)

"Gusti Allah kan sudah kasih rezeki. Setetes gulu merah cair takkan mambuat saya miskin, malah dangangan saya laris lho, Mas (Jawabnya dengan yakin)

 

Sambil menatap pemuda ini, ibu melanjutkan penjelasannya "Jadi mas, setiap ada pembeli saya selalu memberikan setetes gulu merah cair untuk semut. Ya, kalau bagi kita setetes itu hanya di ujung lidah saja. Padahal, kalau semut bisa puluhan perut mas. Dan saudah 20 tahun saya melakukan ini, alhamdulillah dagangan saya selalu habis. Saya keluar rumah jam 05.30 WIB dan jam 9 WIB dagangan saya sudah habis

 

Pemuda itu menganggukan kepalanya dan tersenyum ramah pada si ibu. Ia seolah kehabisan kata-kata. Sosok Ibuk ini sangat menginspirasi (pikirnya dalam hati)

 

Kemarin saya juga habis pulang umroh. Alhamdulillah anak saya juga lulusan Universitas Indonesia, dia yang berangkatkan saya umroh. Dia sekarang kerja kuli di Pertamina (lanjut si ibu dengan wajah polosnya)

 

Masyaa Allah! Dari sepenggal kisah ini kita banyak belajar bahwa sedekah itu membawa keberkahan yang tak terkira. Mengundang kebaikan dari arah yang tak disangka-sangka. Membuka segala kemungkinan, diluar logika manusia

 

Ya, ini tentang sesuatu yang tak bisa dihitung oleh matematika manusia. Karena hanya perhitungan-Nya lah yang pasti valid dan tak pernah salah.

 

Sahabat, jika sosok ibu ini dengan kesederhanaannya ia bisa rutin bersedekah tanpa takut miskin. Lantas, bagaimana dengan kita? Sudahkah sedekah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dari kita?