Jambimadani@gmail.com

Lebih Dekat Dengan JMC dan Mengenal Program-Programnya

Jambi Madani Center merupakan sebuah wadah yang dibentuk dengan tujuan mulia, yaitu berbagi kebaikan dan kebahagiaan untuk ummat.

Sekilas membaca tujuan JMC tampak sederhana sekali. Namun kalimat yang sederhana itu merupakan amanah yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Jika tidak mudah, mengapa JMC berani mengambil amanah itu?

Mari kita renungi ayat Al-Quran ini:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S. Ali Imran: 133-134)

Allah akan mengampuni siapa saja yang memohon ampunan kepada-Nya. Allah juga telah mempersiapkan tempat terbaik bagi siapa saja yang telah diampuni-Nya. Lalu, siapa saja mereka itu? Mereka adalah orang-orang yang telah bertaubat atas segala dosa, kemudian rela dan ikhlas membagi-bagikan sebagian rizkinya untuk orang lain, kemudian saling memaafkan.

Setelah membaca dan memahami ayat itu, apa yang dilakukan oleh JMC untuk ummat?

Sekali lagi, mari mengenal Jambi Madani Center (JMC) melalui program-programnya.

 

Pertama: Program “Bedah rumah”.

Program ini merupakan bentuk dari kepedulian antar sesama ummat manusia. Karena konsep utama dari JMC adalah “berbagi kebaikan dan kebahagiaan”.

Tim JMC telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni di beberapa kabupaten yang ada di provinsi Jambi. Selanjutnya, rumah-rumah tersebut akan “dibedah” dan direnovasi sehingga menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman. Insya Allah, JMC akan “membedah” dan merenovasi 12 (dua belas) rumah dalam setiap tahunnya. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dan kelancaran dalam setiap prosesnya. Amin.

Kedua: Pembangunan Pondok Pesantren Darul Ihsan

Berangkat dari niat dan keinginan para pendiri untuk mewujudkan hadirnya generasi Islami yang siap bersaing dalam globalisasi saat ini, terutama pada aspek pendidikan, dakwah, dan ekonomi, maka berdirilah sebuah lembaga pendidikan Islam yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada hari rabu, tanggal 2 Desember 2020, pukul 17.45. lembaga pendidikan Islam ini diberi nama Pondok Pesantren Darul Ihsan.

Pondok Pesantren Darul Ihsan yang selanjutkan disingkat menjadi Ponpes Darul Ihsan memiliki luas tanah 8 Ha, yang berlokasi di Desa Naga Sari, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Lokasi ini tidak jauh dari Kota Jambi, hanya berjarak sekira 15 kilometer dari pusat Kota.  

Peletakan batu pertama tersebut langsung dilakukan oleh Prof. H. Abdul Somad, Lc, M.A, Ph.D bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara, dan didampingi Ustadz, H. Dahrizal Dahlan, Lc, H. Robet, Pengurus Yayasan, Pengelola, Ketua Umum JMC, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat. Ustadz H. Abdul Somad dan Ustadz H. Dahrizal Dahlan merupakan penggagas awal berdirinya Pondok Pesantren ini.

Ketiga: JMC Berbagi

JMC Berbagi merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh JMC pada setiap bulan. Dengan format sederhana, namun terasa berat oleh sebagian orang. Program ini dilaksanakan setiap hari jumat. Dengan rincian, dalam satu bulan 3 kali Jum’at Tim JMC turun mendatangi rumah-rumah warga untuk membagikan sembako yang terdiri dari beras, minyak sayur, gula dan lainnya. Dan 1 kali jumat membagi-bagikan nasi kotak di masjid-masjid, kepada tukang ojek, pedagang kaki lima dan masyarakat lainnya.

Sederhana kan? Tapi berat bagi sebagian orang. Tentu, Tim JMC meyakini bahwa yang berat tersebut bukanlah pada materinya, tapi pada pelaksanaan proses berbaginya. Oleh karenanya, dalam hal ini JMC hanya sebagai wadah yang membantu para muhsinin (orang baik nan dermawan) untuk dapat berbagi kebahagiaan kepada ummat.

Inilah bentuk kongkrit dari ajaran Islam yang menganjurkan agar ummat manusia harus saling membantu dan meringankan beban sesamanya. Bisa jadi, hal ini merupakan synergy yang paling indah di muka bumi. Muhsinin dan JMC.

Keempat: Olah raga bersama JMC

Sebenarnya, Tim JMC sudah berolah raga setiap harinya. Olah raga yang bagaimana? Mengurus persiapan pembangunan Ponpes Darul Ihsan, turun ke lapangan mendata rumah-rumah warga yang akan di bedah, maraton membagi-bagikan sembako, dan kegiatan dakwah lainnya. Namun, tampaknya ada jenis olah raga lain yang rutin dilaksanakan oleh Tim JMC. Yaitu, Goes, Futsal dan Renang.

Goes sekarang berubah istilah menjadi “gowes”. Kata orang, kata gowes diambil dari lirik lagu Kring-Kring Goes Goes, lagu anak-anak yang dibawakan Bayu Bersaudara populer tahun 1988. Karena penyebutannya go-es, yang jika disebut cepat seolah berbunyi gowes.

Terlepas dari apa dan mana yang benar, goes itu artinya olah raga dengan mengayuh sepeda atau bersepeda. Olah raga ini rutin dilakukan oleh Tim JMC setiap pagi sabtu dengan rute yang kondisional. Tapi masih dalam kota Jambi dan Kabupten yang dekat dengan Kota. Tim JMC belum sampe goes ke Lombok.  

Olah raga apa lagi? Futsal bersama JMC.

Rutin, insya Allah main futsal bareng Tim JMC dilaksanakan pada minggu pagi. Mulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 10.00. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Ponpes Darul Ihsan. Masyarakat umum boleh ikutan main futsal bareng JMC? Boleh, dengan syarat harus selalu tersenyum ketika bermain. Syarat lainnya, meskipun hebat main futsal, usahakan harus kalah kalau melawan Tim JMC.

Berikutnya, olah raga renang.

Olah raga renang juga rutin dilaksanakan oleh Tim JMC setiap selasa pagi pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.00. Pada olah raga inilah terdeteksi siapa saja anggota tim yang tidak bisa berenang, dan siapa saja yang ahli. Mereka ahli bukan karena rajin berenang di kolam renang, tapi memang hidupnya di air (maksudnya, rumah tempat tinggal mereka tidak jauh dari sungai).

Yang tak bisa berenang, sedikit rasa minder bercampur cemas, takut tenggelam. Padahal kolam tidak seberapa dalam. Sementara bagi yang sudah ahli, kadang berlagak sombong. Lalu pamer berenang dengan beragam gaya, menyelam, lalu timbul diujung kolam. Tapi semua itu tak diambil hati oleh tim, karena keakraban yang sudah terjalin antar sesama tim, perilaku tersebut menjadi bahan untuk menghibur dan menghidupkan suasana kekeluargaan.

Ada dua program olah raga yang insya Alah segera direalisasikan, yaitu latihan memanah dan berkuda.

 

Kelima: Safari Dakwah

Ini merupakan program utama dari JMC, dan sebagai bentuk dari menjalankan amanah dan melanjutkan akselerasi dakwah kenabian. Hakikatnya, semua program JMC bernilai dakwah. Tapi program safari dakwah adalah program khusus pembinaan, pendampingan serta pembekalan tentang pengetahuan Islam di tengah masyarakat.

Program safari dakwah JMC dimulai dengan melakukan pembekalan kepada para generasi dengan mengadakan lomba da’i. Lomba da’i ini dipopulerkan dengan nama “Lomba Da’i Muda”. Hal ini dimaksudkan agar para generasi muda Islam memiliki motivasi untuk mendalami ajaran-ajaran Islam dan mempraktikkannya dalam kehidupan.

Setelah menjaring para da’i, kemudian mereka dilibatkan untuk turun berdakwah ke tengah masyarakat dengan tetap didampingi oleh tokoh agama dan tuan guru yang lebih dulu telah mendalami Islam.

Safari Dakwah dilaksanakan dalam dua format: Pertama: pada setiap momen tertentu seperti hari-hari besar Islam. Kedua: Safari Dakwah kajian subuh Jum’at yang dilakukan pada masjid-masjid. (safari dakwah ke masjid-masjid:

 

Keenam: Kegiatan Bersama UAS

Kini, masyarakat Jambi telah mengetahui bahwa UAS menjadi bagian dari masyarakat Jambi. Selain menjadi penggagas berdirinya Ponpes Darul Ihsan, UAS juga merupakan Pembina utamanya. UAS tidak hanya namanya saja yang termaktub dalam Ponpes Darul Ihsan, tapi beliau juga sering dan insya Allah akan terus bersilaturahmi dengan masyarakat Jambi melalui JMC.

Untuk itu, tentu kehadiran UAS di Jambi tidak hanya berfokus pada Ponpes Darul Ihsan, tapi JMC juga merancang program. Apa itu programnya? Program ini diberi nama, “Kegiatan Bersama UAS”.

Apa saja kegiatannya?

Mudah sekali diterka, UAS merupakan seorang pendakwah kondang yang sudah dikenal tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi hampir semua negara berpenduduk Islam mengenal UAS. Maka, kegiatan pertama adalah berdakwah.

Sebelum pandemi covid 19, kegiatan dakwah UAS bersafari ke berbagai Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Tapi ketika pandemi, kegiatan UAS lebih banyak dilakukan pada cakupan kecil (tidak tabligh akbar). Yaitu, mengisi pembekalan tentang metode berdakwah kepada tim JMC, Pemuda Hijrah, Dai Muda Chairul Umam, dan generasi-generasi muda lainnya yang tergabung dalam berbagai komunitas.

Kegitan berikutnya, Balap Motocross.

Motocross? Kedengarannya kok aneh. Tapi mungkin masih ada yang belum mengenal UAS. Selain memang seorang pendakwah, UAS juga memiliki fashion berjibaku dengan lumpur, melalui kegiatan motocross. Di mana lokasinya? Di Ponpes Darul Ihsan. Ini Pondok Pesantren atau lintasan cross? Inilah unik dan asiknya Ponpes Darul Ihsan. Selain insya Allah menyediakan fasilitas belajar-mengajar, entrepreneurship, dan pelatihan-pelatihan lainnya, di Ponpes Darul Ihsan juga menyediakan lintasan motocross. Tapi untuk sementara waktu, lintasan ini hanya dikhususkan untuk kegiatan Tim JMC bersama UAS.

Kegiatan apa lagi?

Sudah pernah dengar SPBU? Bukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, tapi Sedekah Pangan Bersama UAS. Gagasan tersebut diresmikan UAS bersama YTWU (Yayasan Tabung Wakaf Umat). Program ini bergandengan dengan program JMC berbagi. Di Jambi, UAS telah melaksanakan program ini bersama dengan JMC ke beberapa Kabupten. Yang terbaru, UAS telah membagikan sembako ke masyarakat di Kabupten Tanjabtim dan suku anak dalam (suku Kubu) di Kabupaten Batanghari.

Salam sayang dari Tim JMC. Mari berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Di publish oleh Tim Literasi JMC